Kembali ke BerandaLaporan Riset

Riset Potensi dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Desa

Tantangan dan peluang mendorong partisipasi dan pelibatan generasi muda dalam pembangunan di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

8 Februari 202680 HalamanDaya Data Komunitas
Unduh Laporan (PDF)
Riset Potensi dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Desa

Ringkasan

Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar investasi fisik. Ia memerlukan pemahaman yang utuh mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan potensi masyarakat yang menjadi penggeraknya. Melalui riset ini, Daya Data Komunitas mengkaji bagaimana generasi muda dapat menjadi aktor utama transformasi pembangunan di Desa Tepian Langsat, Kabupaten Kutai Timur, di tengah ekonomi desa yang bertumpu pada sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batubara. Riset ini menghasilkan rekomendasi berbasis bukti untuk memperkuat partisipasi orang muda, mendorong diversifikasi ekonomi, dan membangun tata kelola desa yang lebih inklusif.

Mengapa Riset Ini Penting?

Banyak desa di Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya alam, namun masih menghadapi tantangan dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ketergantungan pada satu komoditas, keterbatasan ruang partisipasi generasi muda, serta rendahnya diversifikasi ekonomi menjadi tantangan yang dapat memengaruhi ketahanan desa di masa depan. Riset ini memberikan gambaran berbasis data mengenai persoalan tersebut sekaligus menawarkan arah kebijakan yang relevan bagi pemerintah desa, perusahaan, organisasi masyarakat sipil, dan para pengambil keputusan.

Metodologi

Penelitian dilaksanakan di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan survei kuantitatif, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan metode visual partisipatif. Sebanyak 90 responden dari tiga dusun dengan karakteristik sosial yang berbeda dilibatkan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial-ekonomi, pendidikan, aspirasi, dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan desa.

Temuan Utama

Riset menemukan bahwa stabilitas ekonomi Desa Tepian Langsat ditopang oleh kepemilikan lahan dan sektor perkebunan sawit, namun model pembangunan tersebut menyisakan tantangan jangka panjang. Pendidikan formal belum berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dibandingkan kepemilikan aset produktif. Di sisi lain, generasi muda memiliki potensi besar, tetapi belum memperoleh ruang yang memadai untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan maupun pengembangan ekonomi desa. Diversifikasi usaha, penguatan kapasitas, serta tata kelola yang lebih inklusif menjadi prasyarat penting bagi transformasi desa yang tangguh dan berdaya saing.

Rekomendasi

Laporan ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, literasi keuangan, dan keterampilan digital; pembukaan ruang partisipasi yang lebih bermakna bagi generasi muda; pengembangan BUMDes dan UMKM berbasis potensi lokal; percepatan penyediaan infrastruktur dasar; serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Daftar Isi

  1. 1Kata Pengantar & Ringkasan Eksekutif
  2. 2Bab I — Pendahuluan
  3. 3Bab II — Gambaran Umum Desa Tepian Langsat
  4. 4Bab III — Temuan dan Pembahasan
  5. 5Bab IV — Hasil Analisis
  6. 6Kesimpulan dan Rekomendasi

Kata Kunci

Generasi MudaPembangunan DesaKemitraan PlasmaKepemilikan AsetPartisipasi Orang MudaEkonomi MonokulturTata Kelola InklusifDesa Multikultural

Temuan Kunci

68,89%

Warga memiliki lahan, dengan kepemilikan sebagai determinan utama tingkat kesejahteraan

45,6%

Pendapatan masyarakat bersumber dari sektor perkebunan sawit

<20%

Tingkat partisipasi generasi muda dalam musyawarah pembangunan desa (Musrenbang)

6–7%

Warga lulusan perguruan tinggi (S1), dari 41,11% yang hanya lulus SD

Unduh Laporan (PDF)